Kamis, 14 Juni 2012

Metode Pembelajaran Aqidah Akhlaq Berwawasan Non Teknologi


MAKALAH
METODE PEMBELAJARAN  BERWAWASAN NON TEKNOLOGIK
Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas
Mata Kuliyah ” Metodologi Pendidikan Agama Islam ”
Dosen Pembimbing :
Prof. Dr. H. Achmad Fatoni, M. Ag.

Disusun oleh
Kelompok X
                        Andika Wayan Putra                       ( 3211103041 )
                        Binti Mu’adah                                   ( 3211103060 )
                        Binti Kurniatin                                  ( 3211103059 )

Jurusan          : Tarbiyah
Prodi               : PAI B
Semester         : IV
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI
( STAIN ) TULUNGAGUNG
JUNI 2012
KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikumwr.wb
Bismillahirrohmanirrohim, alhamdulillahirobbil’alamin, dengan memanjatkan puja dan syukur kehadirat Tuhan yang Maha Esa,karena atas limpahan rahmat, taufik , hidayahNya kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan judul”Pembelajaran pendidikan yang berwawasan non teknologi ”.
Makalah ini disusun berdasarkan hasil diskusi kelompok dan juga dari reverensi yang relevan,agar nantinya kami berharap makalah ini dapat diterima dengan baik di semua kalangan dan dapat memberi manfaat kepada pembacanya .
Melalui makalah ini penyusun mengucapkan terimakasihkepada:
1.      Dr.Maftukhin,M.Ag.selaku ketua stain tulungagung  yang telah memberikan kesempatan belajar.
2.      Prof. Dr. H. Achmad patoni M.Ag. selaku dosen pengampu mata kuliyah “ Metodologi pembelajaran PAI ”  yang memberikan pengarahan sehingga penulisan makalah ini terselesaikan.
3.      Civitas akademik  STAIN tulungagung.
4.      Semua pihak yang telah membantu kami dalam menyelesaikan makalah ini.
Didalam pengerjaan makalah ini, kami sudah berusaha sebaik mungkin, tapi mungkin dengan segala keterbatasan waktu, kemampuan dan pengetahuan, kami sadar bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna.maka dari itu saran dan kritik yang membangun dari berbagai pihak sangat kami harapkan demi sempurnanya makalah ini dikemudian hari.
Wassalamu’alaikum wr.wb
                                                                                                Tulungagung, April 2012

                                                                                                            Penyusun

DAFTAR ISI

Judul makalah............................................................... …………………………..
Kata pengantar……………………………………………………………………
Daftar isi................................................................................................................
BAB I PENDAHULUAN
A.  Latar belakang........................................
B. Rumusan masalah............................................................................................
C. Tujuan pembahasan masalah..........................................................................
 E. Batasan masalah………………………………………….……………..
BAB II PEMBAHASAN
A.    Pengertian Metode Pembelajaran Aqidah Akhlaq
B.     Dasar, Tujuan Sifat Pembelajaran Aqidah Akhlaq
C.     Materi Pembelajaran Akhlaq
D.    Sumber Pembelajaran Akhlaq
E.     Pelaksanaan Pembelajaran Akhlaq
BAB III PENUTUP
Kesimpulan....................................................................................................
Saran ……………………………………………………………………….
DAFTAR RUJUKAN


BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Pembelajaran agama islam sebenarnya biasa dilakukan dengan pendekatan teknologi bilamana yang dikejar adalah menyangkut aspek kognitif dan psikomotorik. Tetapi kalau yang dikejar pengembangan nilai-nilai akidah dan akhlaq agar mempribadi ke dalam diri pribadi atau peserta didik, maka pendekatan teknologik terasa belum begitu cukup. Karena itu diperlukan pendekatan lain yang bersifat non teknologik. Sebagaimana yang tertera saat ini yang bersangkutan degan pembelajaran non teknologik contohnya Aqidah Akhlaq.
Kehidupan dan peradaban manusia senantiasa mengalami perubahan. Dalam merespon fenomena itu manusia berpacu mengembangkan kualitas pendidikan. Kualitas pendidikan yang tinggi , diperlukan untuk menciptakan kehidupan yang cerdas, damai, terbuka, demokratis dan mampu bersaing.
Sebagimana diamanatkan Undang Undang Sistem Pendidikan Nasional ( UUSPN ) kita bahwa sebagian tujuan pendidikan Nasional kita adalah out put dari hasil pembelajaran yang berakhlaq terpuji yang mempunyai loyalitas tinggi terhadap negara kesatuan Republik Indonesia.
Oleh karena itu, peranan dan efektifitas pendidikan agama utamanya di Madrasah adalah merupakn landasan bagi pengembangan spiritual terhadap kesejahteraan masyarakat, mutlak harus ditingkatkan. Karena asumsinya adalah jika Pendidikan Agama ( yang meliputi Qur’an Hadits, Aqidah Akhlaq, Fiqih dan Sejarah Kebudayaan Islam ) yang dijadikan landasan pengembangan nilai spiritual dilakukan dengan baik, maka kehidupan masyarakat akan lebih baik.
Pendidikan Aqidah Akhlaq pada lembaga Madrasah sebagai bagian integral dari Pendidikan Agama, ( memang bukan satu-satunya factor yang menentukan dalam pembentukan watak dan kepribadian peserta didik ). Tetapi secara substansial, mata pelajaran Aqidah Akhlaq memiliki kontribusi dalam memotivasi kepada peserta didik untuk mempraktekkan nilai-nilai keyakinan keagamaan ( tauhid ) dan akhlaqul karimah dalam kehidupan sehari-hari ).
B. Rumusan Masalah
1.      Jelaskan Pengertian Metode Pembelajaran Aqidah Akhlaq ?
2.      Jelaskan Dasar, Tujuan Sifat Pembelajaran Aqidah Akhlaq ?
3.      Jelaskan Materi Pembelajaran Akhlaq ?
4.      Jelaskan Sumber Pembelajaran Akhlaq ?
5.      Bagaimana Pelaksanaan Pembelajaran Akhlaq ?
  C. Tujuan Pembahasan
Berdasarkan rumusan masalah di atas maka tujuan dari  pembahassan makalah ini adalah:
  1. Untuk mengetahui Metode Pembelajaran Aqidah Akhlaq.
  2. Untuk mengetahui Dasar, Tujuan Sifat Pembelajaran Aqidah Akhlaq.
  3. Untuk mengetahui Materi dan Sumber Pembelajaran Akhlaq.
  4. Untuk mengetahui Pelaksanaan Pembelajaran Akhlak.
E. Batasan masalah
            Dalam makalah ini kami hanya membatasi pembahasan tentang pembelaajaran non teknologik dan yang bersangkutan dengan non teknologik.








BAB II
PEMBAHASAN
A.    PENGERTIAN METODE PEMBELAJARAN AKIDAH AKHLAQ
Secara etimologi, Metode Pembelajaran Akhlaq dapat diartikan sebagai berikut :
Metode adalah cara yang teratur dan terpikir baik-baik untuk mencapai sebuah maksud / tujuan. Konteksnya adalah sangat erat hubungannya dengan upaya pencapaian tujuan pendidikan nasional yang yang diamantkan pada Undang - undang Sisdiknas.
Pembelajaran , adalah sebuah kaja jadian dari kata dasar ajar ( awalan Ber – ajar ) menjadi kata belaja,r yang kemudian mendapat awaln pe dan akhiran an ( menjadi pembelajaran ) yang mengandung arti proses. Kata Pembelajaran berarti proses, cara menjadikan orang atau mahluk hidup untuk belajar . Dan sudah barang tentu dalam hal ini konteksnya ( pesertanya ) adalah manusia.[1]
Akhlaq, berasal dari bahasa arab, Kholaqo - Yakhluqu – Kholqon - Kholqotan. Dari Kholaqo terbentuklah kata Khooliqun ( Pencipta ) dan kata Makhluuqun ( yang diciptakan ). Akhlaq adalah merupakan suatu bentuk jamak dari kata al khuluqu yang berada antara kata Kholiqun dan Makhluqun Dengan demikian akhlaq mempunyai dua dimensi hubungan, yaitu hubungan vertikal kepada tuhan ( kholiq ) dan hubungan horisontal kepada sesama ciptaan tuhan ( makhluq ).
Walhasil, Akhlaq adalah sikap dan tingkah laku jiwa yang mantap dan mapan yang menimbulkan perbuatan dengan mudah tanpa pertimbangan apapun, melainkan timbul dengan sendirinya , tanpa dibuat-buat, pura-pura, basa-basi dan memang apa adanya (natural).
Al Ghozali mendefinisikan Akhlaq sebagai berikut :
“Akhlaq adalah sifat-sifat yang tertanam dalam jiwa, yang menimbulkan segala perbuatan dengan gampang dan mudah tanpa memerlukan pemikiran dan pertimbangan”.
Aqidah dan Akhlaq adalah satu kesatuan yang tak dapt dipisahkan, dan saliang ada keterkaitan antara Aqidah dan Akhlaq. Aqidah adalah merupakn dasar munculnya akhlaq      ( akhlaq al karimah dan akhlaq madzmumah ) Karena Akhlaq adalah merupakan cerminan keadaan batin yang mempunyai hubungan dengan tuhan ( Hablum Minalloh ) yang konsisten dan istiqomah dengan nilai-nilai keimanan. Kertika nilai – nilai keimanan seseorang mencapai kesempurnaan, maka akan mencul pula akhlaq yang sempurna yang tercermin dari cahaya keimanan seseorang yang merupahan cahaya uluhiyyah. Akan tetapi sebaliknya jika nilai-nilai keimanan seseorang berada pada level yang paling bawah, maka dengan sendirinya yang muncul adalah nilai akhlaq yang tidak terpuji ( akhlaqul madzmumah ) yang kurang diwarnai oleh cahaya uluhiyyah.
Dengan demikian dapat ditarik kesimpulan bahwa, yang dimaksud Metode Pembelajaran Akhlaq adalah serangkaian cara yang terencana untuk mencapai tujuan yang ditentukan, dalam sebuah interaksi yang saling berhubungan untuk membentuk tingkah laku, budi perkerti mulia dan bernilai uluhiyah yang tinggi .
B. DASAR , TUJUAN DAN SIFAT-SIFAT PEMBELAJARAN AKHLAQ
1. Dasar Pembelajaran Akhlaq
Dasar pembelajaran akhlaq adalah merupakan bagian dari dasar pendidikan agama Islam, dan Dasar Pendidikan Agama Islam pada system pendidikan nasional, adalah merupakan satu kesatuan yang utuh yang tidak dapat terlepas dari dasar pandidikan nasional negara kita. Kemudian dasar pembelajaran akhlaq, adalah merupakan bagian dari dasar pendidikan agama secara substansial yang terkonsentrasi pada kompetensi keimanan , ketaqwaan dan akhlaqul karimah. Sedangkan dasar edial pembelajaran akhlaq di dalam Al Qur’an Allah berfirman :
“Sesungguh rosululloh itu adalah menjadi contoh teladan yang baik bagi kamu dan bagi orang yang mengharapkan menemui tuhan dan hari kemudian dan mengingati tuhan sebanyak banyaknya” ( Al Qur’an : Al Ahzab 21 )
Nabi Muhammad SAW bersabda :
“ Kebajikan adalah sebaik-baik akhlaq, dan dosa adalah apa yang beredar didalam hatimu
yang kamu tidah suka apabila orang lain mengetahuinya” ( HR Muslin, Nawawi, Nasa’i )

2. Tujuan Pembelajaran Akhlaq
Tujuan pembelajaran akhlaq adalah merupakan bagian dari tujuan pembelajaran pendidikan agama Islam, yang secara garis tujuan tersebut akan bermuara pada kedekatan seorang hamba dengan kholiqnya. Tujuan tersebut menurut :
a. Imam Al Ghozali, tujuan pembelajaran akhlaq adalah Kesempurnaan manusia yang bertujuan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Kesempurnaan manusia yang dimaksud adalah tercapainya kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Tujuan inilah yang dimaksud dengan Insan Kamil, yang dalam mewujudkannya memerlukan proses yang amat panjang, tahapan-tahapan serta syarat-syarat yang amat banyak.
3. Sifat- sifat Pembelajaran Akhlaq
Jika dibandingkan dengan pembelajaran pada materi pelajaran yang lain, maka pembelajaran akhlah mempunyai sifat-sifat yang jauh berbeda, ibarat uang logam yang memiliki dua permukaan yang berbeda. Sifat – sifat tersebut adalah :
a. Pembelajaran akhlaq mempunyai dua sisi kandungan
1. Sisi Keagamaan,yang merupakan wahyu ilahi dan sunah rasul, yang berisikan hal-hal mutlak dan berada pada luarjangkauan akal ( karena keterbatasan akal manusia ).
2. Sisi Pengetahuan, tentang hal-hal yang dapat diindera dan diakli, yang berbentuk pengalaman – pengalaman fikir baik yang berasal dari wahyu, sunnah atau dari buah fikir positif dari pemeluknya ( budaya ) yang dapat dijadikan sebagai teladan.
C. MATERI PEMBELAJARAN AKHLAQ
Materi pembelajaran akhlaq, tak dapat lepas dari materi pembelajaran aqidah akhlaq, dan merupakan satu kesatuan yang utuh. Akhlaqul karimah akan muncul dengan sendirinya ketika seseorang telah menjalankan dan mengamalkan nilai-nilai keimanan yang merupakan sisi uluhiyah dan ubudiyah dan telah mampu merasakan kelezatannya iman.

D. SUMBER PEMBELAJARAN AKHLAQ
1. Al Qur’an
Al Qur’an merupakan wahyu – wahyu ilahi yang diturunkan Allah kepada rosulnya dengan perantara malaikat Jibril untuk disampaikan kepada umat manusia. Al Qur’an dipandang dari segi sunnah terbagi menjadi tiga bagian :
a. Al Qur’an mengandung hukum-hukum, yang menyangkut halal dan haram.
b. Al Qur’an mengandung aqidah dan kepercayaan.
c. Al Qur’an mengandung kisah-kisah dan cerita-cerita zaman lampau.
Pada bagian kedua, Al Qur’an mengandung aqidah dan kepercayaan ini merupakan dasar utama pada pembelajaran Aqidah dan Akhlaq.
2. Al Hadits
Hadits atau Sunnah Rosul SAW yang merupakan segala perkataan, perbuatan dan ketetapan nabi Muhammad SAW , sebagai pensyarah , penafsir dan penjelasan Al Qur’an . Dari Hadits inilah dapat diambil berbagai sumber pembelajaran akhlaq
E. PELAKSANAAN PEMBELAJARAN AKHLAQ
1. Wawasan Tehnologi Pembelajaran Akhlaq
Tehnologi pembelajaran adalah “ Suatu proses yang komplek dan terpadu yang melibatkan orang, prosedur, ide peralatan dan organisasi, untuk menganalisis masalah, mencari pemecahan, melaksanakan evaluasi, dan mengelola pemecahan masalah – masalah dalam situasi dimana kegiatan belajar itu mempunyai tujuan dan kontrol ( AECT, 1986 : 3 )
Dari situ dapat dipahami bahwa tehnologi pembelajaran bukan sebagai alat atau media akan tetapi lebih pada sebagai proses.
Jadi, Pembelajaran dapat dikatakan menggunakan pendekatan tehnologik, bilamana ia menggunakan pendekatn system dalam menganlisis masalah belajar, merencanakan, mengelola, melaksanakan dan menilainya.
Kalau kegiatan pembelajaran agama islam umumnya dan pembelajaran akhlaq khususnya hanya sampai penguasaan materi dan ketrampilan menjalankan ajaran agama, mungkin pembelajaran akhlaq dapat menggunakan pendekatan tehnologik, sebab proses dan produknya dapat diukur dan direncanakan ( dalam scenario pembelajaran ) sebelumnya, akan tetapi kalau pembelajaran agama Islam / akhlaq harus sampai pada taraf kesadaran iman dan pengamalan ajaran agam dalam kehidupan sehari-hari, maka pendekatan teknologik akan sulit diterapkan, karena mungkin proses dapat direncanakan akan tetapi produk / hasil pembelajarannya tidak bisa dirancang dan sulit diukur. Oleh karena itu , tidak semua pesan – pesan pembelajaran pendidikan Akhlaq dapat di dekati secara teknologik.
2. Wawasan Non Tehnologi Pembelajaran Akhlaq
Pembelajaran Agama ( akhlaq ) sebenarnya bisa dilakukan dengan menggunakan pendekatan tehnologik bilamana yang dikejar adalah menyangkut aspek kognitif atau psykomotor. Akan tetapi kalau yang dikejar adalah menyangkut masalah penanaman, pembentukan, penumbuhan dan pengembangan nilai-nilai aqidah dan akhlaq agar mempribadi ke dalam peserta didik, maka pendekatan tehnologik dirasa tidak cukup. Karena itu diperlukan pendekatan-pendekatan lain yang bersifat non tehnologik.
Agar tujuan tersebut dapat tercapai, maka perlu ditentukan, dipilih, dirancang organisasi isi/materi pembelajaran aqidah akhlaq tersebut, bagaimana strategi penyampaiannya serta pengelolaannya. Pembelajaran Aqidah Akhlaq lebih menonjolkan aspek nilai, baik nilai ketuhanan maupun nilai kemanusiaan yang hendak ditanamkan dan dikembang tumbuhkan kedalam diri peserta didik, sehingga melekat pada dirinya dan menjadi kepribadian.
Menurut Noeng Muhadjir ( 1988 ) bahwa ada beberapa strategi yang bisa digunakan dalam pembelajaran nilai ( Aqidah – Akhlaq ) yaitu :[2]

STRATEGI PEMBELAJARAN NON TEKNOLOGI
a.      Pembelajaran nilai dengan menggunakan Strategi tradisional.
 yaitu dengan cara memberikan nasihat dan indoktrinasi. Dengan kata lain, strategi ini ditempuh dengan jalan memberitahukan secara langsung nilai-nilai mana yang baik dan yang buruk.

b.      Pembelajaran nilai dengan menggunkan Strategi bebas
Adalah (kebalikan strategi tradisional), dimana guru / pendidik tidak memberitahukan kepada peserta didik mengenai nilai-nilai yang baik dan yang buruk, tetapi peserta didik justru diberi kebebasan sepenuhnya untuk memilih dan menentukan nilai mana yang akan diambilnya, karena nilai baik bagi orang lain belum tentu baik bagi peserta didik tersebut.
c.       Pembelajaran nilai dengan menggunkan Strategi reflektif
 adalah pembelajaran dengan cara guru mondar-mandir antara menggunakan pendekatan teoritik ke dalam pendekatan empirik, atau mondar-mandir antara deduktif dinduktif.
Dalam penggunaan strategi tersebut, dituntut adanya konsistensi dalam penerapan kriteria untuk mengadakan analisis terhadap kasus-kasus empirik yang kemudian dikembalikan pada konsep teoritiknya. Strategi ini lebih relevan dengan tuntutan perkembangan berfikir peserta didik dan tujuan pembelajaran nilai untuk menumbuh kembangkan kesadaran rasional dan keluasan wawasan terhadap nilai tersebut.
d.      Pembelajaran nilai dengan menggunkan Strategi transinternal.
adalah merupakan cara untuk membelajarkan nilai dengan jalan melakukan transformasi nilai, dilanjutkan dengan transaksi dan traninternalisasi. Dalam hal ini guru dan peserta didik sama-sama terlibat dalam proses komunikasi aktif, yang tidak hanya melibatkan kamunikasi verbal dan fisik, tetapi juga melibatkan kamunikasi batin ( kepribadian ) antara keduanya.


METODE PEMBELAJARAN NON TEKNOLOGI.
Di dalam apembelajaran akhidah aklhak perlu adanya metode yang digunakan di dalam system pembelajarannya. Ada 4 metode yang dapat digunakan dalam pembelajaran antara lain :
a.       Metode dogmatik.
Metode ini mengajarkan nilai kepada peserta didik dengan jalan menyajikan nilai-nilai kebaikan dan kebenaran yang harus diterima apa adanya. Tanpa mempersoalkan hakekat kebaikan dan kebenaran itu sendiri. Tapi pengembangan ini dianggap kurang rasional untuk peserta didik dalam mendalami dan menghayati nilai-nilai kebenaran.. kalaupun peserta didik menghayati dan menerima suatu kebenaran. Maka penerimaan cenderung dangkal dan terpaksa. Karena takut pada ketentuan guru atau atasannya.
b.      Metode deduktif
Cara menyajikan nilai-nilai kebenaran  ( Ketuhanan dan Kemanusiaan ) dengan cara menguraikan konsep tentang kebenaran itu agar difahami oleh peserta didik. Metode ini bertolak dari kebenaran sebagai konsep yang memiliki nilai-nilai baik.
Metode tersebut  menjadika peserta didik yang masih dalam taraf pemula dalam mempelajari nilai, karena mereka akan diperkenalkan beberapa konsep terdahulu tentang nilai secara umum, kemudian ditarik rincian-rincian yang lebih kusus dan mendetail.
c.       Metode induktif.
Metode ini kebalikan dari metode deduktif, yakni dalam membelajarkan nilai dimulai dengan mengenalkan kasus-kasus dalam kehidupan sehari-hari. Kemudian ditarik maknanya secara hakiki tentang nilai-nilai kebenaran yang ada dalam kehidupan tersebut.
d.      Metode reflektif.
Merupakan gabungan dari metode deduktif dan metode induktif,  yakni mambelajarkan nilai dengan jalan mondar-mandir antara memberikan konsep secara umum tentang nilai-nilai kebenaran, kemudian melihatnya dalam kasus-kasus  kehidupan sehari-hari,  atau melihat kasus sehari-hari dikembalikannya kepada konsep teoritik yang umum.
Penerapan metode ini dapat mengatasi kekurangan metode deduktif yang kadang kala kurang bersifat empirik.  Dan sekaligus mengatasi kekurangan metode induktif yang kadang kala kurang konsisten. Dalam penerapan criteria untuk masing-masing kasus serupa.[3]


















BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
1. Pengertian Metode Pembelajaran Akhlaq adalah serangkaian cara yang terencana untuk mencapai tujuan yang ditentukan, dalam sebuah interaksi yang saling berhubungan untuk membentuk tingkah laku, budi perkerti mulia dan bernilai uluhiyah yang tinggi.
2. Pendekatan tehnologik dirasa tidak cukup untuk membuat pembelajaran akhlaq bisa maksimal dalam pencapaian tujuannya, akan tetapi diperlukan pendekatan-pendekatan lain yang bersifat non tehnologik.
3. Pendekatan, metode dan tehnik yang bermuara pada keteladanan adalah sebuah pola yang tepat dalam pelaksanaan pembelajaran akhlaq.












DAFTAR RUJUKAN
Fatoni, Ahmad. Metodologi Pendidikan Agama Islam (, Jakarta Bina Ilmu 2004)
http://muna-pendidikan.blogspot.com/2010/12/pembelajaran-akhlaq.html


[1] Ahmad Fatoni. Metodologi Pendidikan Agama Islam (, Jakarta Bina Ilmu 2004)

[2] http://muna-pendidikan.blogspot.com/2010/12/pembelajaran-akhlaq.html

[3] Ahmad Fatoni …

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar